Ortu Tak Mampu Bayar Tunggakan SPP, Siswa SMKN 1 Ngasem Kediri Dilarang Ikut UAS

 

 

Kabarkini.co: Gara-gara ada tunggakan SPP selama 6 bulan, Johan Santana, siswa kelas 2 SMKN 1 Ngasem Kabupaten Kediri terpaksa disuruh pulang oleh pihak sekolah. Ironisnya lagi, siswa yang bersangkutan sedang mengerjakan soal-soal Ujian Akhir Semester (UAS) dengan mata pelajaran IPS.

”Keponakan saya  disuruh pulang oleh pihak sekolah. Orang tua keponakan saya sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan. Seharusnya pihak sekolah memberikan toleransi agar bisa ikut ujian. Total tunggakan SPP sebesar Rp 660.000. Padahal juga keponakan saya juga punya Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dibagi oleh pemerintah”ungkap paman siswa Mohammad Arif,Selasa (23/5)

Dikatakan oleh Mohammad Arif, setelah orang tua siswa datang ke sekolah dan membuat pernyataan akan melunasi tunggakan SPP tersebut.”Setelah ayahnya yang bernama Miseran warga ds.Kalibelo rt 05 rw 03 kecamatan Gampengrejo kabupaten.Kediri datang ke sekolah membuat surat pernyataan untuk melunasi SPP tersebut pihak sekolah akhirnya membuat kebijakan untuk membuat ujian susulan buat keponakan saya,”ungkap pria yang juga mantan aktivis ini.

Arif menambahkan pihaknya menyesalkan sikap pihak sekolah tersebut karena melarang siswa untuk ikut ujian karena terkendala tunggakan SPP tersebut.”Seharusnya diberitahu jauh-jauh hari agar orang tuanya bisa mencarikan uang agar bisa melunasi SPP dan anaknya bisa ikut ujian. Tak langsung mendadak seperti itu,”jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Sulidaim mengecam atas tindakan pihak SMKN 1 Ngasem Kabupaten Kediri tersebut.” Kami minta Kepala Dinas Jatim harus mengevaluasi kepala sekolahnya. Ini sebuah pelanggaran yang dilakukan pihak sekolah karena sekarang bukan jamannya lagi siswa tak boleh ikut ujian gara-gara tunggakan SPP. Seharusnya biarkan ikut ujian terlebih dahulu, soal tunggakan bisa dirembug antara pihak sekolah dengan orang tua,”ungkapnya.

Ditambahkan politisi asal PAN tersebut mengatakan jika pihak orang tua merasa berat dengan jumlah nilai SPP yang harus dibayarkan karena ada tunggakan tersebut, seharusnya pihak sekolah memberikan keringanan.”Saya yakin kok dengan memberikan keringanan biaya bagi orang tua siswa yang tak mampu pihak sekolah tak akan bangkrut. Pintar-pintarnya pihak manajemen sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik,”jelasnya. .

Sedangkan Kadiknas Jatim, Saiful Rahman memastikan akan mengambil sikap tegas atas kebijakan pihak sekolah yang menghambat pihak siswa untuk ikut ujian.” Saya pastikan akan ada langkah-langkah tegas kami ambil dan nantinya Kepala sekolahnya akan kami evaluasi,”tandas pria yang diwacanakan akan maju Pilgub Jatim ini. (Yudhie)