Arogansi PT Jaga Raga Adika

Dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh PT JAGA RAGA ADIKA terhadap para karyawannya dimana PT tersebut adalah outsourcing yang menyediakan jasa pengamanan atau perusahaan yang bergerak di bidang keamanan, dimana telah melakukan kecurangan terhadap mantan karyawan yang habis masa kontrak kerjanya, adapun PT JAGA RAGA ADIKA telah menahan ijazah dan sertifikat garda para karyawannya.


Adapun pada tanggal 19 Januari 2023 diadakan koordinasi dan mediasi antara pengurus PT JAGA RAGA ADIKA yang di wakili oleh sdr Munasir, sedangkan sdr Achmad Fauzi dkk di kuasakan kepada PD FSP PPMI SPSI Jawa Timur. Sementara Irawan SH dan Rudy Triwahyono selaku Kepala Bidang HI JAMSOS Disnakertrans provinsi Jatim.


Adapun pada pertemuan tersebut perwakilan dari PT JAGA RAGA ADIKA seakan akan mengulur-ngulur untuk pengembalian sertifikat garda Pratama, ijazah, dan uang kompensasi milik Achmad Fauzi cs, Dan pada saat itu Irawan selaku kuasa yang di tunjuk Achmad Fauzi dkk mengatakan "Berdasarkan UU KETENAGAKERJAAN , UNDANG-UNDANG NOMOR 13 Tahun 2003 adalah : Sejatinya tidak ada aturan yang memperbolehkan perusahaan untuk menahan surat-surat berharga milik karyawan termasuk ijazah"


Ahmad Fauzi CC 27 orang melalui kuasanya Sunowo, ST menuntut ijazah dan sertifikat Garda Pratama sebanyak 27 orang dikembalikan gratis.. tanpa dikaitkan masalah apapun karena mereka sudah lunas membayar dan sudah selesai masa abdinya.


Sementara dari Disnakertrans Jatim yang menangani Rudi dan Irawan sudah berusaha mendamaikan. Akan tetapi pihak dari PT Jaga Raga Andika sengaja mengulur ulur waktu.
Adapun ketika pihak PT JAGA RAGA ADIKA saat akan di konfirmasi dan diklarifikasi oleh awak media melalui WhatsApp nomor 0813 295* 92** salah satu karyawan PT tersebut ternyata tidak mendapatkan respon positif dan hanya di baca saja oleh sdri IK pemilik nomor hp tsb.
( Bersambung )