Dukung UN Ditiadakan, Wara Sundari : Guru Lebih Tahu Kemampuan Siswa Didik

Surabaya kabarkini.co: Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana mengatakan Keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Nadim Makarim tentang peniadaan unas sangat tepat. Alasannya, karena situasinya memang masih darurat covid 19.

“ sangat responsif karena mempertimbangkan dan mengutamakan keselamatan kesehatan anak didik, pendidik dan tenaga kependidikan sehingga sudah layak ditiadakan pelaksanaan UN,”jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (7/2/2021).

Dikatakan oleh politisi asal PDIP ini mengatakan peniadaan UN tersebut juga didukung karena proses belajar mengajar juga berjalan tidak normal (tidak tatap muka). “ Sebetulnya sekolah tentunya sudah ada track record terkait siswa per siswa, bagaimana kemampuannya atau prestasi sebelum pandemic,”jelas mantan ketua DPRD Kediri ini.

Dengan berpegang dengan melihat track record siswa saat tatap muka berlangsung sebelum pandemi, sekolah diberi kewenangan memutuskan lulus dan tidaknya siswa dari hal tersebut.

“Tentunya semua  berharap situasi segera normal kembali agar semua proses belajar mengajar kembali normal, dan seluruh tahapan proses kenaikan kelas, kelulusan bisa berjalan seperti sebelum ada pandemic,”tandasnya.

Sekedar diketahui,  UN 2021 resmi ditiadakan. Untuk itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2021. 

SE tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) itu terbit pada 1 Februari 2021

Surat edaran tersebut menyebutkan, Ujian Nasional (UN) dan ujian kesetaraan tahun 2021 ditiadakan. 

Dengan begitu, UN dan ujian kesetaraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Didalam SE tersebut juga disebutkan pengganti persyaratan yang harus ditempuh siswa didik untuk dinyatakan lulus sebagai dampak ditiadakannya UN. Persyaratan tersebut antara lain menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester,  Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, dan  mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. (Yudhie)