Hakim PN Tipikor Vonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara Eks Direktur PTPN XI

Surabaya, kabarkini.co : Eks Direktur Produksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, Budi Adi Prabowo jalani sidang putusan di PN Tipikor Surabaya di Sedati, Sidoarjo pada Senin (30/5/2022) siang. Kala itu, Ketua Majelis Hakim, Marper Pandiangan memberikan vonis pidana selama 5 tahun dan 6 bulan penjara.

Dalam fakta persidangan, hakim menyebut Budi terbukti melakukan tindak pidana korupsi perihal pengadaan dan pemasangan six roll mill di Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI. Hal itu dilakukan saat menjabat pada periode Tahun 2015 sampai 2016.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan jaksa, yakni Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana," kata hakim saat membacakan amar putusannya, Senin (30/5/2022).

Ada beberapa hal yang dipertimbangkan hakim, baik yang memberatkan mau pun meringankan terdakwa. Untuk yang memberatkan, terdakwa dinilai menentang atau bersebrangan dengan program pemerintah ihwal pemberantasan korupsi. Selain itu, juga tak mengakui perbuatannya dan enggan berterus terang.

Sementara, yang meringankan yakni belum pernah menjalani pidana. Begitu juga dengan bersikap sopan selama persidangan. "Menjatuhkan pidana selama 5 tahun dan 6 bulan penjara ditambah denda sebesar Rp 100 juta rupiah," lanjutnya.

Untuk denda, bila tidak dibayar, akan diganti dengan 2 bulan kurungan. Hakim juga memberikan hukuman tambahan, yakni membayar uang pengganti Rp 361 juta. Jika dalam jangka waktu 1 bulan tak dibayar, harta benda terdakwa bakal disita.

"Bila dari penyitaan itu tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan," ungkapnya.

Atas putusan tersebut, hakim lalu bertanya pada terdakwa, apakah menerima, menolak atau pikir-pikir. "Bagaimana sikap terdakwa, apakah menerima, banding atau pikir-pikir dengan waktu tujuh hari," tanya hakim.

Atas pertanyaan tersebut, terdakwa Budi pun langsung menyatakan pikir-pikir. "Saya rasa putusannya sangat berat, oleh karena itu saya pikir-pikir dulu yang mulia," bebernya.

Sedangkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi, pun turut menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. JPU sebelumnya juga menuntut terdakwa dengan hukuman yang sama, yakni 5 tahun dan 6 bulan penjara.

"Kami pikir-pikir yang mulia," tegas salah satu JPU.

Sebelumnya, kasus tersebut berawal saat terdakwa melakukan pengadaan dan pemasangan six roll mill. Hal itu dilakukan di Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI periode Tahun 2015-2016 dengan nilai kontrak Rp 79 miliar.

Lelang yang telah diatur dengan pihak swasta yakni PT Wahyu Daya Mandiri ini pun diduga merugikan negara hingga Rp15 miliar. Dalam perkara ini, selain menahan eks Direktur Produksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Budi Adi Prabowo KPK juga menahan Direktur PT Wahyu Daya Mandiri, Arif Hendrawan. (K3)