Jual Beli Rumah Berakhir di Persidangan, Terdakwa Sebut Sertifikat di Developer

Surabaya, kabarkini.co : Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jatim, Darmawati Lahang membacakan dakwaan kepada Kho Handoyo Santoso. Ia merupakan terdakwa dalam perkara memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik.

Darmawati mengatakan, kasus itu bermula ketika Elanda Sujono, Matia Purnawati, dan Elizabeth menemui terdakwa. Pertemuan itu berlangsung di East Cost Mall Cafe Starbuck Pakuwon City, Jalan Kejawan Putih, Kota Surabaya. Dalam pertemuan itu, membahas perihal kesepakatan jual beli dengan objek rumah terletak di Pakuwon City Cluster Long Beach S9 Nomor 55 Surabaya.

"Perbuatan terdakwa Kho Handoyo Santoso telah melanggar Pasal 266 ayat (1) KUHP serta pasal 378 KUHP," kata Darmawati dalam dakwaannya di PN Surabaya, Rabu (6/7/2022).

Dari pembelian itu, terdakwa menyakinkan Elanda Sujono yang notabene korban bahwa rumah itu tak ada masalah. Bahkan, hanya menanti proses pemecahan sertifikat induk dari PT. Pakuwon.

Lalu, Elanda pun menyepakati untuk membeli rumah itu senilai
Rp 4.499.999.200. Mulanya, ia bayar uang muka secara bertahap, diawali dengan pembayaran sebesar Rp. 2.350.000.000.

Selanjutnya, korban melakukan akta perikatan jual beli dengan Handoyo di Notaris Ariyani yang disaksikan Maria Purnawati dan Elizabeth Kaveria. Perikatan jual beli rumah itu juga dituangkan dalam Akta Perikatan Jual Beli Nomor 122 tanggal 24 Juni 2016.

"Ditandatangani para pihak dan notaris Ariyani, SH., M.Kn. Ikatan jual beli itu menerangkan bahwa Kho Wen Tjwen telah menjual rumah dan bangunan kepada terdakwa Kho Handoyi Santoso dan meneruskan angsuran KPR," ujarnya.

Kemudian, korban membayar lunas sisa pembayaran angsuran rumah Pakuwon City Cluster Long Beach S9 Nomor 55 Surabaya melalui transfer. Lambat laun, masalah ketika Elanda terkuak.

Saat itu, Elanda mengaku didatangi petugas Bank Permata. Mereka menerangkan bila masih ada tunggakan angsuran pada rumah tersebut di Bank Permata.

Sontak, korban pun terkejut. Bahkan, hingga kini, Elanda belum menerima sertifikat rumah Pakuwon City Cluster Long Beach S9 Nomor 55 Surabaya. Bahkan, ia memgaku mengalami kerugian hingga Rp. 5.260.352.000.

Terpisah, Kuasa Hukum terdakwa, H. Wagiman menegaskan, sebelumnya pelapor telah mengetahui bila sertifikat tersebut dijaminkan di Bank Permata. Namun, ketika disinggung perihal gugatan perdata terhadap Elanda yang dimenangkan Elanda sendiri hingga tingkat Banding, Wagiman membenarkannya.

"Benar, namun persoalan perdatanya beda," tutupnya. (K3)