Kejakasaan Tangkap dan Tahan 4 Tersangka Kredit Macet, Berikut Kisahnya

Surabaya, kabarkini.co : Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Mia Amiati mengatakan, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap 4 tersangka terkait kasus dugaan kredit macet. Kredit tersebut berupa modal kerja dengan pola keppres dari Bank plat merah Cabang Batu kepada PT Adhitama Global Mandiri (AGM).

Penangkapan dan penahanan itu dilakukan oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Ketika didalami, perbuatan 4 tersangka diduga merugikan negara hingga Rp5,4 miliar lebih.

Mia menuturkan, keempatnya ditahan selama 20 hari di Cabang Rutan Kelas 1 Surabaya di Kejati Jatim. Keempatnya adalah:

  • Kepala Bank Daerah Cabang Pembantu Bumiaji Kota Batu berinisial F (45)
  • Penyedia analis kredit Bank Daerah Cabang Batu berinisial FNS (39)
  • Direktur PT Adhitama Global Mandiri berinisial JS (35)
  • Debitur berinisial WP (52)

Mia menerangkan, kasus itu bermula di tahun 2020 ketika WP mengetahui proses tender 3 kegiatan yang dibiayai APBN berupa pembangunan Gedung Praktik Pembelajaran (SBSN) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Blitar Kabupaten Blitar TA 2020 senilai Rp 3.549.842.000. Lalu, pembangunan UM Mart Universitas Negeri Malang TA 2020 dengan nilai Rp 7.074.357.000 dan pembangunan Gedung Gelanggang Prestasi Fakultas Administrasi Universitas Brawijaya Malang TA 2020 dengan nilai Rp 10.236.160.000.

Menurutnya, kala itu WP tak memiliki badan usaha. Kemudian, Yoyok (almarhum) mendatangi JS untuk meminjam bendera PT AGM. Selanjutnya WP bersama Yoyok mendatangi Bank Daerah Capem Bumiaji dan menunjukkan SPJ pekerjaan MAN 3 Blitar.

"Sesuai ketentuan yang berlaku, seharusnya aset-aset tersebut tidak dapat dijadikan sebagai agunan kredit PT AGM. Ketiga pemilik agunan dari 3 proyek pekerjaan itu bukan pemilik atau pengurus PT AGM," kata Mia kepada awak media, Rabu (13/7/2022).

Selanjutnya, saat itu petugas kredit tak melakukan pemblokiran rekening PT AGM meskipun persyaratan di BPP. Sehingga, menyebabkan WP bisa mencairkan seluruh termin proyek yang dibayarkan tanpa dipotong untuk angsuran kredit KMK pola keppres.

Akibatnya, WP dapat mencairkan seluruh termin proyek yang cair di giro tanpa dipotong untuk angsuran kredit. Lalu, dilakukan pemblokiran pada Februari 2021 terhadap rekening giro atas nama PT AGM dan terbayar Rp 827.000.000.

"Sementara sisa yang belum terbayar dan merupakan kerugian negara dari Bank Jatim Cabang Batu sejumlah Rp 5.487.000.000," pungkasnya.

Akibat ulahnya itu, keempatnya dikenakan dengan Pasal 2 ayat (1), pasal 3 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. (K3)