Mahasiswa Untag Surabaya Optimalkan Produk Kewirausahaan dengan Literatur Jurnal

Surabaya, kabarkini.co : Untag Surabaya akhirnya meloloskan 5 tim P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) dari 12 tim jumlah keseluruhan untuk menghadiri tahap akselerasi pembinaan P2MW, setelah sebelumnya melewati beberapa tahapan.

Di tahun 2022, Untag Surabaya menjadi salah satu perguruan tinggi yang mengalami peningkatan pada peserta P2MW dibandingkan dari yang tahun sebelumnya yakni hanya 2 tim yang lolos pendanaan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang 205 Gedung Prof. Dr. Ruslan Abdoelgani Untag Surabaya ini juga digenapi dengan dosen pembimbing dan para reviewer hasil inkubator produk mahasiswa.

Diawali dengan tahap penyaringan (screening) hingga proses inkubator bisnis, tahap Akselerasi Pembinaan P2MW merupakan proses mematangkan peserta dari segi pola dan metode pembinaan, serta sarana dan prasarana.

Wakil Rektor I Untag Surabaya, Harjo Seputro, S.T., M.T yang turut hadir di Akselerasi Pembinaan P2MW menjelaskan bahwa luaran produk mahasiswa harus sesuai dengan apa yang dijanjikan.

“Kewajiban bagi perguruan tinggi adalah untuk memonitoring dan mengevaluasi, tinggal dari kalian menyesuaikan apakah proposal yang sudah kalian kirim dan luaran yang kalian janjikan itu sudah sesuai. Luaran-luaran yang sudah dijanjikan harus kalian rancang dengan baik. Tidak perlu risau dengan monitoring,” ujarnya.

Sistem pendampingan dan pembinaan mahasiswa P2MW akan disasarkan untuk kompetisi KMI Expo 2022. Tak hanya sekedar membina peserta, Akselerasi Pembinaan P2MW menyiapkan peserta baik dari sisi ilmiah maupun sisi pengelolaan produk-produk hasil mahasiswa.

Tampil sebagai reviewer, Direktur Direktorat Sistem Informasi YPTA Surabaya, Supangat, M.Kom., ITIL., COBIT, juga memberi usul dan gagasan untuk memaksimalkan proses pembinaan kepada 5 tim yang hadir.

“Selamat teman-teman yang telah memiliki ide dan berhasil menelaah masukan yang diberikan, mungkin akan lebih baik jika dilampirkan lembar kerja mahasiswa (LKM) sebagai catatan jika ada kesulitan, tahapan apa saja yang sudah dikerjakan, bisa di list disitu nantinya,” ujar Dosen Informatika.

Lebih lanjut Supangat menambahkan bahwa diperlukannya tambahan dari literatur-literatur riset jurnal sebagai penguat.

“Jika kemarin hanya berdasarkan insting, kalian bisa menambahkan dari literatur-literatur riset jurnal sebagai penguat. Sehingga produk yang ada nantinya lebih terukur dengan hasil acuan yang dikomparasi,” jelasnya.

Dengan tahapan proses pembinaan yang cukup panjang teratur dan terukur, mahasiswa lebih memiliki semangat tinggi dan arah yang semakin jelas. Diharapkannya Untag Surabaya memiliki lulusan yang ‘Berwirausaha’. (K3)