Muncul Usulan Madin Masuk Perda, Pembahasan Perda Ponpes Di Jatim Alot

Surabaya, kabarkini.co: Anggota pansus pondok pesantren DPRD Jatim Erma Susanti mengatakan agar dalam penggodokan perda pesantren yang saat ini digodok tak seperti macan ompong, pansus saat ini sedang melakukan pendataan kontribusi Jatim terhadap pondok pesantren yang sudah ada.

“Kami ingin tahu kekuatan APBD Jatim untuk kontribusi ponpes seberapa besar. Sebenarnya dari data yang ada, program Pemprov Jatim sudah ada program di OPD untuk ponpes. Misalnya program OPOP  dimana pos anggarannya sudah ada,”jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (26/4/2021).

Kedua, kata politisi asal PDIP ini, ada keinginan agar madin dimasukkan dalam ponpes. “ Tentunya kalau ini masuk, namanya bukan perda ponpes melainkan perda ponpes dan pengembangan pendidikan agama,”jelasnya.  Dulu, kata Erma, di DPR RI saat pembahasan UU ponpes, terjadi pro kontra untuk memasukkan Madin.

“ Kalau Madin di masukkan, tentunya judul UU tersebut berubah. Semua tahu kalau Madin itu tak masuk di ponpes pengelolaannya melainkan di kementerian,”jelasnya.

Atas masukan tersebut, lanjut Erma, pansus belum bisa memutuskan menerima memasukkan madin dalam perda ponpes yang saat ini sedang digodok. “ Kalau benar-benar dimasukkan tentunya untuk pendidikan agama ya jangan Islam saja. Semua agama harus dikembangkan terutama kajian anggarannya juga,”jelasnya.(yudhie)