Proyek Siluman di Atas Tanah Sempadan Sungai Sumberbulu Jadi Sengketa

BANYUWANGI, kabarkini.co - Tanah sempadan sungai yang terletak di Dusun Sumberbulu Krajan Desa Sumberbulu Kecamatan Songgon.

Tahun lalu 2021 Nanang dan Gigin (warga setempat) silaturahmi di rumah Sarengat. Mengusulkan Lebih baik dijadikan Rest Area Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tapi tidak ada tanggapan dari Sarengat (Kades Sumberbulu).
"RTH itu tidak menghasilkan cumak untuk tempat nongkrong anak muda," ujarnya.

Kini tanah tersebut alih fungsi jadi perusahaan percetakan batako. Perusahaan percetakan batako berjalan Kurun waktu satu tahun lamanya hingga saat ini Sabtu 15 Januari 2022.
Hasil investigasi pengelola percetakan batako inisial ES.

Beliau mengatakan, awalnya perusahaan percetakan batako ini milik Kades Sarengat. Disaat itu dikarenakan istrinya sakit sakitan sehingga Sarengat tidak bisa meneruskan perusahaannya. "Saat itu pula perusahaan batako tersebut di serah terimakan ke saya untuk melanjutkan," tuturnya lagi.

ES juga menjelaskan, kalau tempat pembuatan batako ini, saya disuruh membayar sewa perbulan lima puluh ribu rupiah (Rp.50.000). Uang sewa lahan tersebut saya di suruh membayar di Desa Sumberbulu ujar sarengat terhadap ES. Jelasnya.

Sempat dikonfirmasi media terkait kepemilikan perusahaan Batako, Sarengat menjelaskan bahwa perusahaan Batako yang ada di tanah sempadan tersebut dikelola oleh BUMDES Desa Sumberbulu. gigin