Tinggalkan Khofifah, Perolehan Suara PKB Di Pileg Terancam Jeblok

 

Kabarkini.co: Pengamat politik dari Puskakom (Pusat Kajian Komunikasi) Publik dari UTM (Universitas Trunojoyo Madura) Surokim Abdussalam pihaknya melihat perolehan suara PKB di Pileg 2019 mendatang dipastikan akan jeblok dan akan sulit menjadi pemenang Pileg seperti tahun lalu. Pasalnya, PKB telah menjatuhkan pilihan ke pasangan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim bukan ke Khofifah selaku penyumbang suara untuk PKB dipileg lalu melalui Muslimat NU.

“Klaim kalau dukungan Muslimat NU dan Fatayat NU masih untuk PKB patut dipertanyakan. Pasalnya dukungan akar bawah Muslimat NU dan Fatayat ke Khofifah masih kuat. Mereka sudah dua kali kalah memperjuangkan Khofifah di Pilgub Jatim jadi mereka akan all out untuk ketiga kalinya agar Khofifah bisa menang,”jelasnya saat ditemui di Surabaya, Rabu (31/1).

Surokim mengatakan jika nantinya dalam Pileg 2019 mendatang bisa meraih 20 persen dukungan dari fatayat dan Muslimat NU hal tersebut sudah bisa dikatakan sebagai suatu hal yang luar biasa.” Tapi menurut hasil riset perilaku politik  juga sering menunjukkan bahwa kelompok ibu ibu perempuan dewasa adalah kelompok yang paling sulit terkena godaan money politik dan relatif permanen dan tidak mudah berubah pilihan,”jelasnya.

Dalam situasi normal, menurut Surokim, sulit untuk merubah dukungan dan hanya dalam kejadian super ekstra plus force major yang bisa mengubah pilihan mereka.” Bu khofifah hanya perlu melakukan pemeliharaan politik saja terhadap pemilik suara kelompok ini dan itu akan jadi modal permanen beliau,”jelasnya.

Ditambahkan oleh Surokim, teknik menyerang dalam pilkada jatim tidak akan efektif bahkan justru akan melahirkan antipati. “Komunikasi level tinggi (high context politics) harus dikembangkan PKB jika ingin tetap memeeroleh dukungan fatayat muslimat,”tutupnya. (Lo)